Floor Hardener

Floor Hardener adalah sistem pengerasan lantai yang secara khusus diformulasikan dan diaplikasikan untuk jalan-jalan serta di tempat industri & komersial. Pengeras lantai logam digunakan untuk ketahanan abrasi yang lebih baik dari lantai beton. Penerapan Floor Hardener dilakukan untuk membuat permukaan atau lantai lebih kuat dan mengurangi dampak dari gerakan berat kendaraan & barang / lalu lintas dengan resistensi kuat biasanya pada lantai industri.

Pekerjaan floor hardener merupakan bagian dari pekerjaan lantai pada proyek konstruksi. Floor hardener adalah bahan sebagai pengeras dan pelicin lantai beton yang terbuat dari beberapa campuran bahan, diantaranya: Pasir, Grading, Semen, Silika, Pigmen, dll. Material floor hardener berbentuk bubuk (powder) yang ditaburkan pada beton basah yang kemudian dilakukan trowel finish, sehingga akan dihasilkan permukan yang lebih keras, tetapi rata dan halus.

Floor hardener biasa digunakan pada lantai garasi, area parkir, area pergudangan, area pabrik / industri, dan area-area yang membutuhkan lalu lintas. Konsumsi kebutuhan material Floor Hardener disesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang ada dapat diuraikan sebagai berikut :

1.Untuk kebutuhan lalu lintas rendah (misal: garasi dan gudang kecil) konsumsi 3 kg/m2.
2.Untuk kebutuhan lalu lintas menengah (misal: lantai area pabrik dan area parkir) konsumsi 5 kg/m2.

3.Untuk kebutuhan lalu lintas tinggi (misal : lantai pabrik yang mennggunakan alat berat) konsumsi 7 kg/m2.

Floor hardener terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu :

Bahan Natural : bahan yang menyerupai/mirip dengan warna asli (natural) semen/beton. Jenis ini harganya lebih rendah dari bahan bewarna.
Bahan Berwarna : misal merah, hijau, kuning dan biru. Harganya lebih tinggi dari bahan natural.

Fungsi floor hardener adalah untuk memperkuat permukaan lantai beton terhadap gesekan, khususnya beban berat dan sedikit terhadap benturan.

Syarat – syarat pemasangan floor hardener, yaitu :

Pengecoran lantai sebaiknya dengan sistem kotak catur lalu dijidar kemudian diroskam untuk mendapatkan permukaan serata mungkin. Bila air yang naik kepermukaan lantai sudah tidak kelihatan lagi (telah setting time) penaburan floor hardener dapat dilakukan.

Penaburan pertama 2/3 bagian dari dosis ditentukan, lalu diratakan menggunakan roskam kayu.
Penaburan ke II, 1/3 bagian lagi ditaburkan secara silang lalu diroskam kayu, lalu diroskam besi.

Setelah penaburan ke II + 1 jam dapat dimulai pemakaian mesin Trowel. Keuntungan pemakaian mesin trowel adalah hasil pekerjaan akan lebih padat, lebih luas serta permukaan lebih halus, dan waktu lebih singkat.

Setelah lantai selesai dikerjakan = 2-3 jam lantai dapat di curing compound untuk mencegah penguapan air beton, karena curing akan membentuk film menutup pori beton. Curing sangat membantu memudahkan pembersihan lantai. Lantai yang telah dikerjakan tidak boleh terkena hujan (air), setelah 48 jam dan sebaiknya pula tidak dipakai selama 1 (satu) minggu.Pada area yang terbuka sebaiknya setelah dicuring ditutup pakai goni basah untuk mengurangi keretakan.
Pekerjaan Floor Hardener ini dilaksanakan pada semua pekerjaan lantai parkir kendaraan, gudang, area bongkar muat, ruang AHU, tangga darurat, dll. Semua pelaksanaan harus didasarkan pada petunjuk dari pabrik pembuat bahan – bahan tersebut dan harus mampu memberikan pengerasan pada permukaan lantai.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih mendetail mengenai produk floor hardener atau ingin berdiskusi mengenai kebutuhan Anda, silahkan menghubungi kami melalui telephone 0813-1755-0335 / 0251-8045-772 atau melalui email di info@mandiriprastautama.com atau dapat mengunjugi halaman kontak kami.

Kelebihan produk Floor Harderner adalah :
1.Memiliki ketahanan yang sangat tinggi
2.Tahan terhadap benturan
3.Biaya yang ekonomis, umur lantai lebih panjang
4.Bebas pemeliharaan
5.Permukaan anti slip
6.Anti debu
7.Meningkatkan ketahanan terhadap oli dan pelumas

Tahapan pengerjaan Floor Hardener:
1.Lantai beton dasar harus memiliki kadar minimum semen sebesar 300 kg/m3.
2.Lantai beton harus dikerjakan sesuai dengan standar pengerjaan lantai beton yang benar.
3.Bila permukaan beton telah melewati setting time maka floor hardener ini dapat ditaburkan secara merata dengan dosis rata – rata 4-5 kg/m2 atau sesuai dengan yang disyaratkan
4.Aplikasi harus berlangsung tanpa terputus.
5.Metode pengecoran secara bertahap untuk memastikan bahwa lokasi pengecoran dapat dilaksanakan dengan tenaga kerja dan dosis bahan floor hardener secara tepat.
6.Floor hardener ditaburkan secara bertahap kemudian segera digosok (di trowel)
7.Finishing akhir harus menggunakan mesin trowel pada saat beton sudah mengeras dan kuat menahan beban mesin agar didapatkan permukaan yang lebih padat.
8.Segera dilapisi Curing Compound untuk mengurangi terjadinya penguapan air beton.
9.Jika akan segera dibebani maka sebaiknya dilindungi dengan multipleks plywood.

floor-hardener-catulang